SAMARINDA—Kota Samarinda memang terus menggenjot
sekolah-sekolah kejuruan untuk menekan masalah pengangguran, namun jangan
sampai sekolah kejuruan itu malah memproduksi pengangguran intelektual.
“Memang suatu kebanggaan bagi kita dengan memiliki
SMK dengan keahlian penerbangan. Tapi kita juga harus realistis, kemana mereka
setelah lulus. Jangan kita malah memproduksi pengangguran intelektual,” ucap
Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang ketika meninjau SMKN 13 “Penerbangan” di
Jl Ringroad II Lok Bahu, Rabu (19/6) kemarin.
Apalagi sebutnya seperti pengakuan salah satu guru
saat kunjungan kemarin, lulusan sekolah tersebut adanya yang bekerja sebagai
satpam, pabrik roti, bukan sesuai keahlian yang didapat sesuai kompetensinya.
“Tolong Pak Ibnu (Kadisdik) dan Pak Sekda untuk
dievaluasi jurusan penerbangan ini, karena sudah memasuki PSB (Penerimaan Siswa
Baru). Apalagi ada orang tua murid yang datang ke saya, yang menyampaikan uang
prakteknya sampai Rp 5 Juta. Ternyata memang wajar, karena harus praktek ke
Yogyakarta,” tegasnya.
Jaang menyebutkan tidak ada kebijakan untuk membuat
sekolah baru, namun untuk menambah jurusan masih boleh, itupun jurusan unggulan
dan outputnya pun ada. SMKN 13 ini, selain kompetensi penerbangan, ada juga
teknik otomotif, teknik industry dan bisnis manajemen.
“Saya berencana kedepan supaya alat-alat berat milik
pemkot seperti yang ada di Dinas Kebersihan yang sudah kadaluarsa supaya diserahkan
ke SMK-SMK untuk diperbaiki bahkan kalau bisa dikanibal. Jadi menjadi
bermanfaat,” imbuh Jaang dibenarkan Sekkot Zulfakar.
Dari SMKN 13, rombongan wali kota juga meninjau SMKN
15 yang bersebelahan dengan SMKN 13. Kemudian melanjutkan ke lokasi rencana
pembangunan sekolah terpadu SMAN 14, SMKN 12 “Pelayaran” dan SMPN 38di Jl
Jakarta 2 komplek Daksa. Namun yang dibangun lebih awal SMAN 14.
Di luar jadwal kunjungan, wali kota juga mengajak
rombongan untuk meninjau SMAN 1 dan SMPN 1 di Jl Kadrie, termasuk proyek jalan
alternative akses ke SMPN 1/SMAN 1 lewat HM Ardans.
Selain wali kota, Zulfakar mengingatkan kepada
pelaksana proyek jalan akses SMPN 1 ini supaya selalu koordinasi dengan Dinas
Bina Marga dan Pengairan (DBMP). “Kalau ada kendala, cepat dikoordinasikan.
Jangan sampai hal sepele, nanti berlarut-larut sehingga penyelesaian proyek
meleset. Pak Maulana (Kepala DBMP), tolong dipantau pekerjaannya,” pesan
Zulfakar yang juga mantan Kepala DBMP.(hms2)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar